Category Archives: Analisis

Jawaban Spatial Quiz : Dimana Letak Jembatan

Jawabannya adalah :

Jembatan berada di titik-titik perpotongan antara fitur Jalan dengan fitur Sungai.

Secara teknis yang diperlukan adalah membuat interseksi antara keduanya,

dengan menggunakan Menu Vector –> Analysis Tool –> Line Intersection (perintah QGIS).

image

image

Lihat gambar berikut sebagai hasil proses tersebut :

image

Jawaban tidak harus dengan QuantumGIS, pakai software lain juga boleh.

Punya Cara lain? Silakan unggah di forum, dan akan kami tampilkan juga disini, Terima Kasih.

 

Tambahan Jawaban dari  M.F.Ghazali di mailing list Komunitas GIS :

dengan ArcGIS –> geoprocessing–>intersect–>pilih data inputnya–>tentukan tipe data
outputnya (line/point)–>OK

Spatial Quiz : Dimana letak jembatan?

Terdapat data shapefile sungai dan jalan seperti ditampilkan dengan quantum gis berikut :

image

Tantangan kuisnya adalah : Cari letak jembatan secara logis, bukan aktual.

Tujuan dari kuis ini adalah untuk mengasah logika spasial hingga tingkat praktis itu saja.

Data telah diunggah di http://file.komunitasgis.com/data-quiz-dimana-letak-jembatan, untuk anda olah, mencari jawabannya.

Jawaban anda bisa anda unggah di mailing list komunitasgis : https://groups.google.com/forum/#!forum/komunitas-gis

Jawaban oleh KomunitasGIS akan tayang posting pekan depan.

Selamat Mencoba..

Apakah bisa overlay peta skala 1 : 25.000 dengan peta 1 : 5.000?

Tanya :

Apakah bisa overlay peta skala 1 : 25.000 dengan peta 1 : 5.000?

 

Jawab :

Secara teknis bisa, tetapi dalam sudut pandang analisis tidak benar.

Alasan : karena tingkat kedetilan informasi akan berbeda.

Skala yang lebih besar, 1 : 25.000, detil geometri akan lebih general daripada 1:5.000.

Presentasi semantik juga akan lebih dalam/konkrit untuk skala 1:5.000 dibandingkan dengan 1:25.000.

Topologi Vektor di GRASS GIS

Tanya :

Bagaimana membangun topologi di GRASS GIS?

 

Jawab :

Vector –> Topology maintenance –> Create or rebuild Topology [v.build]

Di Tab Required, Nameof Input Vector Map (diisi dengan nama input)

di Tab Optional, cek/contreng –> build topology

Klik Run

image

Bagaimana membuat envelope atau bounding box dari layer extent di QuantumGIS?

Tanya :

Bagaimana membuat envelope atau bounding box dari layer extent di QuantumGIS?

Jawab :

1. Anda tampilkan layer yang ingin anda buat envelope atau bounding box nya.

2. Klik Vector –> Research Tools –> Polygon from layer extent

image

3. Tentukan layer yang akan diketahui layer extentnya, klik pada pulldown arrow di input layer,

image

4. Tentukan nama output shapefile-nya, klik Ok.

Aplikasi untuk analisis perubahan geomorfologi, Geomorphic Change Detection (GCD)

Perangkat lunak Geomorphic Change Detection (GCD) peruntukkan utamanya adalah morphological sediment budgeting di sungai. Perubahan volumetrik dihitung dari perbedaaan elevasi DEM dari survei topografi.

GCD menyediakan kumpulan tool untuk kuantifikasi ketidakpastian tak tetap dalam setiap DEM, dan melakukan propagasi terhadapnya. Program ini juga memberikan cara-cara untuk segregasi dari perubahan spasial. Seluruh tool aplikasi ini dapat diterapkan untuk berbagai macam permasalahan deteksi perubahan spasial.

Anda bisa mengakses, untuk mendapatkan software dan infonya di : http://gcd.joewheaton.org.

Apa itu GearScape Geoprocessing Language?

GGL adalah bahasa komputasi SQL-like untuk geoprocessing yang disediakan aplikasi GIS GearScape. Dalam versi pertama GGL berbasis SQL, dan pada versi terakhir, GGL2 menjadi bahasa baru secara total, diambil dari ide mengenai WKL (Well Known Language) yang berbeda (SQL, Xpath, imperative, dll) untuk membuat geoprosesing menjadi mudah dan reliabel.

Tipikal alur kerja dari GGL adalah :

1. Aplikasi GIS (GearScape) memuat data kedalam aplikasi itu sendiri.

2. Mengeksekusi intruksi dengan GGL

3. Menayangkan hasil proses GGL

Sejauh ini GearScape hanya suatu aplikasi GIS untuk menerjemahkan GGL, tetapi dalam GGL2 ini, sudah bisa digabungkan, dan memungkinkan untuk diinjeksikan (sebagai plugin atau ekstensi) dari aplikasi lain.

 

Anda dapat mengunduh di alamat ini : http:// www. fergonco. es/gearscape/index.php

Menambahkan ID field dengan isi nomor kolom sesuai dengan urutan baris

Tanya :

Bagaimana menambahkan id secara otomatis dengan quantum gis, sesuai dengan nomor baris yang telah ada?

 

Jawab :

1. Klik kanan pada layer tabel yang sudah ditampilkan, pilih Open Atribut Tabel,

2. Klik Toggle Editing

3. Klik Field Calculator atau Tekan Ctrl + I

4. Pilih Create New Field atau Update Existing Field

5. Di Function List, pilih +Record, pilih $rownum

6. Otomatis akan tampil ID baris sesuai dengan urutan baris data.

Virtual Stereoplotter, freeware untuk pengolahan DSM

Virtual Stereoplotter is a digital stereo aerial photograph processing software that is built by using Visual Basic 2010 Express based on integrating the open source components and libraries which are DotSpatial 1.2, GeoStatisticalTool, MathNet.Numerics and ZedGraph. This software capable to perform the Interior Orientation, Cross Correlation, Single Model Bundle Adjustment, Inverse Distance Weighted and Median Filtering to obtain Digital Surface Model (DSM) with spatially referenced in raster. The DSM’s quality and accuracy is controlled by aerial photograph’s quality, Ground Control Point’s quality and Tie Point’s quality.

Virtual Stereoplotter adalah perangkat lunak pemrosesan digital foto udara stereoskopis. Aplikasi ini dibuat dengan VB 2010 Express dengan mengintegrasikan komponen-komponen dan pustaka seperti DotSpasial 1.2, Geostatistical Tool, MathNet.Numerics, dan ZedGraph. Beberapa kinerja aplikasi ini seperti Orientasi Interior, Cross Correlation, Penyesuaian Model Single Bundle, IDW, Pemfilteran Median, sehingga diperoleh Digital Surface Model (DSM) yang bereferensi spasial. Kualitas hasil DSM ini dikontrol dari kualitas titik kontrol foto udara, dan atau titik ikatnya.

Virtual Stereoplotter ini dikembangkan oleh Rendy Putra Maretika, seorang profesional programmer dengan latar belakang pendidikan Kartografi dan Penginderaan Jauh Fakultas Geografi UGM.

Anda dapat mendownload aplikasi ini di http://sourceforge.net/projects/vstereoplotter/

Dialog yang menjelaskan tentang penggunaan ArcSWAT, HECRAS (Dialog pilihan mailing list Komunitas GIS)

Alan Wijaya (AW) : Adakah para master-master GIS d grup ini yang tahu tentang AVSWAT 2000? terutaman dalam menghitung debit banjir….
Mohon bantuannya….
Edi Riawan (ER) : mungkin arcswat ya namanya, SWAT dikembangkan berdasarkan model hidrologi, dan lebih dekat ke tank model daripada ke hidrolik, jadi secara konseptual tidak dapat digunakan untuk melakukan pemodelan banjir, kalo mau mencoba silahkan coba Hecgeoras. selamat mencoba

AW : Tapi ada jurnal yang saya baca klw AVSWAT 2000 untuk ArcView itu melakukan pemodelan Debit dan Limpasan dengan bantuan xtension Hydrolic Modeling. Itu gmn yah mas..??
Apa susah mas klw melakukan pemodelan banjir dengan HecGeoras?
ER : betul sekali mas, arcswat menghasilkan debit, namun debitnya bulanan (walaupun inputannya harian). sedangkan banjir sangat ditentukan oleh intensitas, curah hujan 100 mm/hari belum tentu terjadi banjir tergantung durasinya. untuk itu simulasi banjir hendaknya menggunakan data yg lebih detail dari harian, namun kenyataanya data ini masih susah bahkan bisa dikatakan belum banyak, kalopun ada baru berapa taun penkuran. disisi lain dalam banjir biasanya ada 2 model yang terlibat, biasanya dikenal dengan nama model hidrologi dan hidroulik, model hidrologi untuk melakukan perhitungan dari hujan hingga debit, dan model hidroulik digunakan untuk melakukan simulasi dari debit ke water level.
HECRAS sendiri adalah model hidroulik, biasanya HECRAS memanfaatkan hasil simulasi dari model HEC 1 atau HEC HMS sebagai model hidrologinya, komponen HECRAS di ArcGIS namanya HECGEORAS, untuk HEC1 saya lupa silahkan searching aja.
Namun intinya pahami konsepnya maka mau pake metoda apapun tidak masalah.

AW : Wahhh… makasih banyak mas atas pencerahannya.
soalnya dosen saya yg menyuruh untuk simulasi debit banjir rencana dengan menggunakan AVSWAT. Padahal awalnya saya memilih menggunakan Hec HMS. Tapi dengan pencerahan dari mas Edi kini saya akan kembali menggunakan Hec HMS.

ER : untuk lebih meyakinkan coba baca lebih detail di konsep2nya. memang banyak yg salah arti tentang software2 hidro. kalo hanya untuk analisa banjir, bisa2 saja menggunakan SWAT namun harus diikuti dengan analisa frequensi untuk merubah data bulanan menjadi data intensitas. analisa ini butuh data observasi intesintas hujan (mm/jam) dan debit jam2an juga. selamat mencoba