Category Archives: Aplikasi Software

Aplikasi untuk analisis perubahan geomorfologi, Geomorphic Change Detection (GCD)

Perangkat lunak Geomorphic Change Detection (GCD) peruntukkan utamanya adalah morphological sediment budgeting di sungai. Perubahan volumetrik dihitung dari perbedaaan elevasi DEM dari survei topografi.

GCD menyediakan kumpulan tool untuk kuantifikasi ketidakpastian tak tetap dalam setiap DEM, dan melakukan propagasi terhadapnya. Program ini juga memberikan cara-cara untuk segregasi dari perubahan spasial. Seluruh tool aplikasi ini dapat diterapkan untuk berbagai macam permasalahan deteksi perubahan spasial.

Anda bisa mengakses, untuk mendapatkan software dan infonya di : http://gcd.joewheaton.org.

Apa itu GearScape Geoprocessing Language?

GGL adalah bahasa komputasi SQL-like untuk geoprocessing yang disediakan aplikasi GIS GearScape. Dalam versi pertama GGL berbasis SQL, dan pada versi terakhir, GGL2 menjadi bahasa baru secara total, diambil dari ide mengenai WKL (Well Known Language) yang berbeda (SQL, Xpath, imperative, dll) untuk membuat geoprosesing menjadi mudah dan reliabel.

Tipikal alur kerja dari GGL adalah :

1. Aplikasi GIS (GearScape) memuat data kedalam aplikasi itu sendiri.

2. Mengeksekusi intruksi dengan GGL

3. Menayangkan hasil proses GGL

Sejauh ini GearScape hanya suatu aplikasi GIS untuk menerjemahkan GGL, tetapi dalam GGL2 ini, sudah bisa digabungkan, dan memungkinkan untuk diinjeksikan (sebagai plugin atau ekstensi) dari aplikasi lain.

 

Anda dapat mengunduh di alamat ini : http:// www. fergonco. es/gearscape/index.php

Menambahkan tulisan pada label ArcGIS secara otomatis

Tanya :

 

Tolong bantuannya dong cara mebuat label contoh nya = 50,00 Ha =

untuk tambahan tulisan Ha dibuat otomatis?

 

Jawab :

 

Dalam kotak dialog box-vb script kita tulis – (luas) & ‘ha’. Luas disini nama utk kolom luas,

bisa langsung klik tombolnya utk memunculkan di kotak script.

(jawaban oleh Hendrasmus di mailist Komunitas GIS)

Kembali ke lingkungan editing tool versi 9.3

Tanya :

Saya menggunakan arcgis 10, setelah saya buka editing tool-nya, saya cari Target Feature, Create Feature tidak ada, saya bisa ketemukan dimana ya?

 

Jawab :

Secara default, Arcgis 10 menggunakan feature template dan jendela Create Feature untuk membuat feature baru, tetapi bagi yang belum familiar,

terdapat pilihan untuk mengembalikan ke model yang relatif mirip lingkungan editing versi 9.

Anda dapat membalikkan dengan menjalankan ArcGIS\Desktop10.0\Utilities \AdvancedArcMapSettings.exe, klik Tab Editor dan uncheck atau

hilangkan tanda contreng/centang pada kotak disebelah Create feature using templates dan silakan anda keluar arcmap dan masuk ke arcmap lagi,

semoga sukses dan berhasil!

sumber : fishandgame .idaho. gov/ifwis/portal/blog/revert-back-arcmap-93-editing-environment-arcmap-10

Menambahkan ID field dengan isi nomor kolom sesuai dengan urutan baris

Tanya :

Bagaimana menambahkan id secara otomatis dengan quantum gis, sesuai dengan nomor baris yang telah ada?

 

Jawab :

1. Klik kanan pada layer tabel yang sudah ditampilkan, pilih Open Atribut Tabel,

2. Klik Toggle Editing

3. Klik Field Calculator atau Tekan Ctrl + I

4. Pilih Create New Field atau Update Existing Field

5. Di Function List, pilih +Record, pilih $rownum

6. Otomatis akan tampil ID baris sesuai dengan urutan baris data.

Mengubah shapefile menjadi Well Known Text (WKT)

Tanya :

Bagaimana cara mengubah shapefile menjadi Well Known Text (WKT)?

 

Jawab :

Untuk mengubah shp menjadi wkt, anda dapat menggunakan ogr2ogr,

jalankan dalam format text (console) syntax berikut ini :

 

ogr2ogr -f CSV folder shp_yg_mau_diubah.shp -lco GEOMETRY=AS_WKT
 
-f CSV –> format tipe file tujuan.
folder –> direktori penyimpanan hasil konversi
shp_yg_mau_diubah.shp –> contoh nama file yang akan diubah
-lco GEOMETRY=AS_WKT –> pilihan format kreasi layer yang dihasilkan
 
WKT adalah format geometri, jadi anda akan mendapatkan data WKT,
dalam kolom yang terdapat dalam CSV file.

Virtual Stereoplotter, freeware untuk pengolahan DSM

Virtual Stereoplotter is a digital stereo aerial photograph processing software that is built by using Visual Basic 2010 Express based on integrating the open source components and libraries which are DotSpatial 1.2, GeoStatisticalTool, MathNet.Numerics and ZedGraph. This software capable to perform the Interior Orientation, Cross Correlation, Single Model Bundle Adjustment, Inverse Distance Weighted and Median Filtering to obtain Digital Surface Model (DSM) with spatially referenced in raster. The DSM’s quality and accuracy is controlled by aerial photograph’s quality, Ground Control Point’s quality and Tie Point’s quality.

Virtual Stereoplotter adalah perangkat lunak pemrosesan digital foto udara stereoskopis. Aplikasi ini dibuat dengan VB 2010 Express dengan mengintegrasikan komponen-komponen dan pustaka seperti DotSpasial 1.2, Geostatistical Tool, MathNet.Numerics, dan ZedGraph. Beberapa kinerja aplikasi ini seperti Orientasi Interior, Cross Correlation, Penyesuaian Model Single Bundle, IDW, Pemfilteran Median, sehingga diperoleh Digital Surface Model (DSM) yang bereferensi spasial. Kualitas hasil DSM ini dikontrol dari kualitas titik kontrol foto udara, dan atau titik ikatnya.

Virtual Stereoplotter ini dikembangkan oleh Rendy Putra Maretika, seorang profesional programmer dengan latar belakang pendidikan Kartografi dan Penginderaan Jauh Fakultas Geografi UGM.

Anda dapat mendownload aplikasi ini di http://sourceforge.net/projects/vstereoplotter/