Proyeksi UTM ke degree di Quantum GIS

Tanya :

mau tanya nie, ada punya tutorial menggunakan QGIS 1.6.0 ga?  trus sistem proyeksi UTM Zona 50S (EPSG:32750) menjadi Geographic Coordinate System (EPSG:4326)

Jawab :

tutorial yang versi 1.6.0 copiapo belum ada,

untuk melakukan proyeksi di qgis, anda bisa klik pada menu vector, klik pada klik pada Data Management Tools, klik pada Export to a new projection. disana tinggal isikan input, input spatial reference yang utm50s, epsg:32750, dan klik use predefined, dan isikan geographic coord system epsg:4326.

Mengurai peta layout untuk mendapat peta asli (raw data)

Tanya :
Saya mohon bantuannya untuk bisa mengurai peta yang sudah dilayout
tersebut sehingga saya mendapatkan peta mentahnya (peta batas administrasi
saja) tanpa ada legenda, insert, scala, dll. (data dalam CAD)?

Jawab :
Untuk mengurai  file CAD ke SHP sebaiknya file CAD di save as ke
DXF, kemudian themenya diurai di Arciew dengan menggunakan menu
theme->theme properties.

Menggunakan rumus Calculator untuk mengubah nilai pada tabel atribut

Tanya :
Bagaimana mengklasifikasikan kelas seperti,
jika 1-4 = Rendah
5-8 = sedang
9-13 = Tinggi,
sehingga masuk dalam attribut.
dengan menggunakan rumus calculator?

Jawab :
Pada petanya anda select terlebih dahulu
(bisa dengan cara Layer properties>
Definition query>query builder>JLH_SKOR = 1> OK
Pada peta akan muncul hanya layer dengan JLH_SKOR 1 saja.

Untuk merubah KLASIFIKASI :
Select peta yang sudah diquery tadi
>Open attribute table
>klik kanan pada field KLASIFIKASI
>field calculator
>ketik ”rendah”>OK

Jadi setiap akan merubah KLASIFIKASI berdasarkan JLH_SKOR perlu mengulang-ulang langkah tersebut diatas, minimal mengurangi kegiatan peng inputan data secara manual.
Tetapi kalo untuk sekedar tampilan di atas peta saja, misalkan untuk menampilkan range 1-4 dapat dilakukan dengan cara :
>Layer properties
>Show:Quantities
>tinggal masukan field dan rangenya.

Catatan :
JLH_SKOR, KLASIFIKASI adalah contoh nama kolom atau field dalam tabel feature anda.

Buka MXD dan muncul tanda seru ” ! ” pada data

Tanya :
Bagaimana caranya agar data kita yang tersimpan dalam folder tetap tidak berubah, karena jika data shp kita buat dalam sebuah folder dan di buka pada komputer lain akan muncul tanda seru ” ! ” saya menggunakan arcgis.

Jawab :
1. Agar Anda dapat berbagi peta ArcMap (MXD) dengan pengguna GIS lainnya, Anda perlu juga menyediakan data spasialnya bersama MXD tersebut.

2. Kalo di pindahin usahakan directorynya harus sama, misalnya kalo file awal disimpan di drive D:, maka data kalo mau dipindahin juga harus di drive D:.

3. Ketika kita men-save project mxd-nya,kita tinggal set document propertiesnya, coba masuk ke :
file==>document properties==>data source option==>aktifkan/pilih “store relative path names to data source”.
Kemudian baru kita save project mxd.
Asalkan data kita di save dalam satu folder dengan project/mxd-nya ada di folder itu, ketika di copy ke kompter lain data-data yang ada dalam mxd akan langsung terbuka.

Apa itu ArcObject?

Apa itu ArcObject? ArcObject adalah urat nadi dari seluruh aplikasi ESRI ArcGIS, atau dapat juga disebut batu bata bangunan ArcGIS. Idealnya arcobject ini dipelajari dulu sebelum mempelajari berbagai aplikasi ArcGIS lainnya. Tidak dapat dipungkiri hal ini akan menyulitkan karena arcobject lebih abstrak dibandingkan dengan aplikasi ArcGIS itu sendiri. Harus diakui akan lebih mudah mempelajari ArcMap ibandingkan dengan mempelajari model obyeknya, tetapi dengan memahami arcobject anda akan mengerti proses dibalik suatu perintah dalam ArcGIS. Jadi jika anda sudah mengenal ArcGIS, mempelajari ArcObject kenapa tidak? Karena belajar mengenai hal ini bukanlah sesuatu yang sulit.

Dimana anda mendapatkan arcobject? berbeda dengan mapobject, arcobject bukan suatu produk sebagaimana mapobject. Anda bisa mendapatkan arcobject dari tiga produk ESRI ArcGIS, pertama dari ArcGIS Desktop, kedua dari ArcGIS Engine, ketiga dari ArcGIS Server. Jika salah satu dari ketiganya anda install pada komputer, maka secara otomatis anda mendapatkan arcobject tersebut.

Sebagai suatu model obyek, secara teknis ArcObject merupakan kumpulan/pustaka dari ribuan klas-klas yang memiliki properties dan method.

Bagi para pemula dapat mempelajari dulu bahasa pemrograman berorientasi obyek, didalamnya pasti akan dijelaskan apa itu obyek, kelas, property, dan method. Salah satu sumber yang bagus untuk mempelajari dari dasar tentang hal tersebut adalah situs ilmukomputer.com. Anda bisa memilih memulai dari apa saja, entah itu VB, C#, VB.net, dan lainnya.

Obyek dan Klas

Peta, layer, titik, garis, poligon, tabel, kolom, dan baris adalah suatu contoh obyek. Obyek-obyek ini berada dimemori komputer jika suatu aplikasi SIG dijalankan, dan menunggu pengoperasian dari anda sebagai pengguna.

Klas adalah kode yang melatar belakangi obyek, atau kode dibalik obyek yang menjelaskan obyek tersebut. Jadi setiap kelas akan punya keterkaitan dengan suatu obyek. Karena suatu obyek terkait dengan klas, maka untuk mengaksesnya dengan bahasa pemrograman yang kompatibel dengan arcobject. Apa saja bahasa yang kompatibel itu? Visual Basic for Application (VBA), Visual Basic, Visual C++, C++, Java, C#, Python, Visual Basic.net, dan beberapa lainnya.
Artinya arcobject relatif cukup luas untuk dapat diakses dengan berbagai bahasa yang ada.

Memperoleh data koordinat x, y dari suatu titik

Tanya :
Bagaimana memasukkan titik koordinat kedalam atribut dengan cepat di ArcGIS?

Jawab :
Anda buat dua kolom baru pada tabel atribut, misal x, dan y pada tulisan kolom x anda klik kanan, pilih calculate geometry, terus anda pilih propertiesnya, cari properties untuk memperoleh posisi, x coordinate, dan lakukan pula untuk membuat kolom y, jika data anda sudah mempunyai informasi proyeksi, maka dibawahnya ada pilihan setting proyeksinya.

Kegunaan ArcObject dan ArcGIS Server

Tanya :
saya ingin tau untuk apa arcgis server dan arcobject itu?

Jawab :
Arcobject itu object model, mudahnya kerangka dari aplikasi arcgis tipikal (arcgis server, arcgis desktop, dll) seperti kerangka tulang pada manusia, dan manusianya adalah arcgis.
arcobject ini digunakan untuk membangun arcgis ini. Tapi bukan alatnya, alat untuk membangun arcgis ini adalah bahasa pemrograman, bahan untuk membangun ya arcobject itu.

kalo arcgis server itu application server, bayanginnya seperti arcgis desktop tapi nge-running lewat browser internet, dengan mozilla atau ie anda bisa lakukan overlay, clip dll. tapi ada catatan, arcgis server tidak semata-mata hanya jalan dengan browser internet.
beberapa fasilitas arcgis itu antara lain :
a. sebagai gis services
b. sebagai web mapping services
c. sebagai geoprocessing services, dll

Anda tidak butuh arcgis desktop jika sudah punya arcgis server. ArcGIS Desktop diperlukan sebagai tool untuk memasukkan data ke arcgis server, tetapi tanpa arcgis desktop pun bisa.

Kenapa tidak perlu arcgis desktop jika sudah punya arcgis server ?
Karena dengan ‘sedikit’ koding (pemrograman) anda bisa membuat aplikasi gis berbasis client-server yang dapat mengerjakan sebagian besar kemampuan arcgis desktop, walaupun tidak keseluruhan kemampuan.

Cara konversi autocad dwg ke esri shapefile shp

Tanya :
Bagaimana cara konversi file autocad dwg ke shp?

Jawab :
(cara 1) ArcView way :
1. Aktifkan extension CAD Reader : File >> Extension, beri cek
2. masuk ke View, load data DWG anda, pilih jenis geometri feature yang ingin di convert
3. dari View, pilih menu Theme >> Convert to shapefile

(cara 2) ArcGIS :
1. buka Arccatalog, pilih folder yang ada file .dwg-nya tsb (dlm arccatalog .dwg akan terbaca dlm beberapa bentuk : annotation, polygon, polyline dll). Bisa kita eksport keseluruhan (klik kanan Export > To Shapefile(Multiple) ato 1 saja (pilih salah satu kmd klik kanan Export > To Shapefile(Multiple).
2. Output location isi dgn File Geodatabase Feature dataset (didalam File Geodatabase dgn sistem koordinat yang telah sesuai)
3. Output Feature Class isi dgn nama sesuai dgn keinginan.

WordPress SEO fine-tune by Meta SEO Pack from Poradnik Webmastera