Tag Archives: AVSWAT

Dialog yang menjelaskan tentang penggunaan ArcSWAT, HECRAS (Dialog pilihan mailing list Komunitas GIS)

Alan Wijaya (AW) : Adakah para master-master GIS d grup ini yang tahu tentang AVSWAT 2000? terutaman dalam menghitung debit banjir….
Mohon bantuannya….
Edi Riawan (ER) : mungkin arcswat ya namanya, SWAT dikembangkan berdasarkan model hidrologi, dan lebih dekat ke tank model daripada ke hidrolik, jadi secara konseptual tidak dapat digunakan untuk melakukan pemodelan banjir, kalo mau mencoba silahkan coba Hecgeoras. selamat mencoba

AW : Tapi ada jurnal yang saya baca klw AVSWAT 2000 untuk ArcView itu melakukan pemodelan Debit dan Limpasan dengan bantuan xtension Hydrolic Modeling. Itu gmn yah mas..??
Apa susah mas klw melakukan pemodelan banjir dengan HecGeoras?
ER : betul sekali mas, arcswat menghasilkan debit, namun debitnya bulanan (walaupun inputannya harian). sedangkan banjir sangat ditentukan oleh intensitas, curah hujan 100 mm/hari belum tentu terjadi banjir tergantung durasinya. untuk itu simulasi banjir hendaknya menggunakan data yg lebih detail dari harian, namun kenyataanya data ini masih susah bahkan bisa dikatakan belum banyak, kalopun ada baru berapa taun penkuran. disisi lain dalam banjir biasanya ada 2 model yang terlibat, biasanya dikenal dengan nama model hidrologi dan hidroulik, model hidrologi untuk melakukan perhitungan dari hujan hingga debit, dan model hidroulik digunakan untuk melakukan simulasi dari debit ke water level.
HECRAS sendiri adalah model hidroulik, biasanya HECRAS memanfaatkan hasil simulasi dari model HEC 1 atau HEC HMS sebagai model hidrologinya, komponen HECRAS di ArcGIS namanya HECGEORAS, untuk HEC1 saya lupa silahkan searching aja.
Namun intinya pahami konsepnya maka mau pake metoda apapun tidak masalah.

AW : Wahhh… makasih banyak mas atas pencerahannya.
soalnya dosen saya yg menyuruh untuk simulasi debit banjir rencana dengan menggunakan AVSWAT. Padahal awalnya saya memilih menggunakan Hec HMS. Tapi dengan pencerahan dari mas Edi kini saya akan kembali menggunakan Hec HMS.

ER : untuk lebih meyakinkan coba baca lebih detail di konsep2nya. memang banyak yg salah arti tentang software2 hidro. kalo hanya untuk analisa banjir, bisa2 saja menggunakan SWAT namun harus diikuti dengan analisa frequensi untuk merubah data bulanan menjadi data intensitas. analisa ini butuh data observasi intesintas hujan (mm/jam) dan debit jam2an juga. selamat mencoba