Tag Archives: vektor

Topologi Vektor

Topologi dalam sudut pandang SIG dikhususkan untuk data vektor memiliki definisi sebagai berikut :

Suatu rangkaian aturan dan karakter suatu model vektor (titik, garis, atau poligon) yang secara ‘coincident’ menggunakan geometri yang sama.

 

Dalam Geospatial Analysis – 4th Edition – de Smith, Goodchild, Longley diterangkan

Topologi memiliki sifat :

•Dimensionality: perbedaan antara titik, garis, poligon, dan volume memiliki dimensi topologis : 0, 1, 2, dan 3

•Adjacency: seperti batas persil, batas negara

•Connectivity: seperti junction (perpotongan antara, persimpangan) jalan, kanal

•Containment: contohnya suatu titik dalam poligon

 

 

coincident berarti :

coincident [kəʊˈɪnsɪdənt]

adj

1. having the same position in space or time

memiliki posisi yang sama dalam ruang atau waktu.

sumber : Collins English Dictionary – Complete and Unabridged

Membuka vektor poligon GRASS ada beberapa pilihan layer

Tanya :

Saya selesai melakukan clean pada data vektor poligon saya di GRASS, ketika mau buka di display, ada pilihan beberapa layer, seperti polygon 0, dan polygon 1?

 

Jawab :

GRASS sangat ‘aware’ dengan topologi, sehingga tidak ada simple feature dalam database GRASS. Ketika anda mengimport ke Grass atau mendigitasi di Grass, akan ada layer 0, 1, dan 2 yang muncul.

Hal tersebut muncul karena semua vektor di GRASS bukan tipe simple feature, semuanya bertopologi. Anda tentu saja harus memilih polygon 1 untuk ditampilkan.

Arti dari layer 0 berarti area tanpa centroid, layer 1 berarti area dengan satu centroid, dan layer 2 adalah area dengan dua centroid atau berarti overlap.

bahan sumber : http: //gis.stackexchange. com/questions/10380/how-to-handle-multiple-layers-when-importing-a-polygon-shapefile-into-grass

Bagaimana menampilkan peta jpeg dan shp sehingga bisa overlap?

Tanya :
Saya mempunyai peta jpeg dan sudah digeoreference, dan ditampilkan di arcgis, tetapi ketika saya menampilkan shp jalan/kabupaten, shpnya tidak muncul, bagaimana solusinya?

Jawab :
(versi 01) : file shp dan gambar jpeg mempunya koordinat yang berbeda.
(versi 02) : kalau masing-masing data sudah mempunyai sistem koordinat secara explisit, jpg harus memiliki file .jgw, dan kalau shp harus memiliki file .prj.
Langkah selanjutnya adalah cek sistem koordinat data raster dan data vektornya. Kalau di arcgis, di tampilan data view, pilih di main menu : view – data frame properties, lalu pilih tab coordinate system. pilih predefine. kemudian tentukan sistem koodinat dari view data kita, geographic atau projected coordinate system.